Saturday, February 9, 2013

Self-esteem


3. Harga Diri
a. Pengertian Harga Diri
            Harga diri merupakan evaluasi individu terhadap dirinya sendiri baik secara positif atau negatif (Santrock, 1998). Hal yang sama juga diungkapkan oleh Baron dan Byrne (2000) bahwa harga diri merupakan penilaian yang dibuat oleh setiap individu yang mengarah pada dimensi negatif dan positif.
            Sementara menurut Frey dan Carlock (1987), harga diri adalah istilah penilaian yang mengacu pada penilaian positif, negatif, netral, dan ambigu yang merupakan bagian dari konsep diri, tetapi bukan berarti cinta diri sendiri. Individu dengan harga diri yang tinggi menghormati dirinya sendiri, mempertimbangkan dirinya berharga, dan melihat dirinya sama dengan orang lain. Sedangkan harga diri rendah pada umumnya merasakan penolakan, ketidakpuasan diri, dan meremehkan diri sendiri. Sedangkan Coppersmith (1967), mengatakan harga diri adalah penilaian yang dibuat oleh individu mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dirinya, yang diekspresikan melalui suatu bentuk sikap setuju atau tidak setuju, sehingga terlihat sejauh mana individu menyukai dirinya sebagai individu yang mampu, penting, sukses, dan berharga.
            Berdasarkan definisi-definisi dari beberapa tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa harga diri adalah penilaian tinggi atau rendah, positif atau negatif, yang dibuat individu tentang hal-hal yang berkaitan dengan dirinya yang menunjukkan sejauh mana individu menyukai dirinya sebagai individu yang mampu, penting, dan berharga.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Diri
            Menurut Kozier dan Erb (1987) ada empat elemen pengalaman yang berhubungan dengan perkembangan harga diri, yaitu:
1) Orang-orang yang berarti penting
     Seseorang yang berarti adalah seorang individu atau kelompok yang memiliki peran penting dalam perkembangan harga diri selama tahap kehidupan tertentu. Yang termasuk orang berarti  adalah orang tua, saudara kandung, teman sebaya, guru dan sebagainya. Pada berbagai tahap perkembangan terdapat satu atau beberapa orang yang berarti. Melalui interaksi sosial dengan orang yang berarti dan umpan balik tentang bagaimana perasaan dan label orang yang berarti tersebut, individu akan mengembangkan sikap dan pandangannya mengenai dirinya.
2) Harapan akan peran sosial
     Pada berbagai tahap perkembangan, individu sangat dipengaruhi oleh harapan masyarakat umum yang berkenaan dengan peran spesifiknya. Masyarakat yang lebih luas dan kelompok masyarakat yang lebih kecil memilik peran yang berbeda dan hal ini tampak dalam derajat yang berbeda mengenai keharusan dalam memenuhi peran sosial. Harapan-harapan peran social berbeda menurut usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, etnik dan identifikasi karir.


3) Krisis setiap perkembangan psikososial
     Disepanjang kehidupan, setiap individu menghadapi tugas-tugas perkembangan tertentu. Individu juga akan memiliki krisis disetiap tahap perkembangannya. Hal ini dikemukakan oleh Erikson dimana jika ada individu tersebut gagal menyelesaikan krisis tersebut dapat menyebabkan masalah dalam diri, konsep diri, dan harga dirinya.
4) Gaya penanggulangan masalah
     Strategi yang dipilih individu untuk menanggulangi situasi yang mengakibatkan stres merupakan hal yang penting dalam menentukan keberhasilan individu untuk beradaptasi pada situasi tersebut dan menentukan apakah harga diri dipertahankan, meningkat atau menurun.
            Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penyebab orang tersebut kehilangan harga dirinya atau mempunyai harga diri yang rendah dikarenakan orang-orang yang berarti atau penting bagi dia sudah tidak menghiraukan dia lagi dan membuat dia tidak bisa bersosialisasi dengan baik di masyarakat.
c. Aspek-aspek Dalam Harga Diri
            Coppersmith (1998) membagi harga diri kedalam empat aspek, yaitu:
1) Kekuasaan (power)
     Kemampuan untuk mengatur dan mengontrol tingkah laku orang lain. Kemampuan ini ditandai adanya pengakuan dan rasa hormat yang diterima individu dari orang lain.
2) Keberartian (significance)
     Adanya kepedulian, penilaian, dan afeksi yang diterima individu dari orang lain.
3) Kebajikan (virtue)
     Ketaatan mengikuti standar moral dan etika, ditandai oleh ketaatan untuk menjauhi tingkah laku yang tidak diperbolehkan.
4) Kemampuan (competence)
     Sukses memenuhi tuntutan prestasi.
d. Karakteristik Harga Diri
            Frey dan Carlock (1987) mengungkapkan ciri-ciri individu dengan harga diri tinggi, yaitu:
1) Menghargai dirinya sendiri
2) Menganggap dirinya berharga
3) Melihat dirinya sama dengan orang lain
4) Tidak berpura-pura menjadi sempurna
5) Mengenali keterbatasannya
6) Berharap untuk tumbuh dan berkembang lebih baik lagi
            Sedangkan ciri-ciri individu dengan harga diri rendah, yaitu:
1) Secara umum mengalami perasaan ditolak
2) Memiliki perasaan tidak puas terhadap diri sendiri
3) Memiliki perasan hina atau jijik terhadap diri sendiri
4) Memiliki perasaan remeh terhadap diri sendiri
            Coopersmith (1967) mengemukakan ciri-ciri individu berdasarkan tingkat harga dirinya, yaitu:
1) Harga diri tinggi
a) Menganggap diri sendiri sebagai orang yang berharga dan sama baiknya dengan orang lain yang sebaya dengan dirinya dan menghargai orang lain.
b) Dapat mengontrol tindakannya terhadap dunia luar dirinya dan dapat menerima kritik dengan baik.
c) Menyukai tugas baru dan menentang serta tidak cepat bingung bila sesuatu berjalan diluar rencana.
d) Berhasil atau berprestasi di bidang akademik, aktif dan dapat mengekspresikan dirinya dengan baik.
e) Tidak menganggap dirinya sempurna, tetapi tahu keterbatasan diri dan mengharapkan adanya pertumbuhan dalam dirinya.
f) Memiliki nilai-nilai dan siap yang demokratis serta orientasi yang realistis.
g) Lebih bahagia dan efektif menghadapi tuntutan dari lingkungan.
1) Harga diri rendah
a) Menganggap dirinya sebagai orang yang tidak berharga dan tidak sesuai, sehingga takut gagal untuk melakukan hubungan sosial. Hal ini sering kali menyebabkan individu yang memiliki harga diri yang rendah, menolak dirinya sendiri dan tidak puas akan dirinya.
b) Sulit mengontrol tindakan dan perilakunya terhadap dunia luar dirinya dan kurang dapat menerima saran dan kritikan dari orang lain.
c) Tidak menyukai segala hal atau tugas yang baru, sehingga akan sulit baginya untuk menyelesaikan diri dengan segala sesuatu yang belum jelas baginya.
d) Tidak yakin akan pendapat dan kemampuan diri sendiri sehingga kurang berhasil dalam hal akademis dan kurang dapat mengekspresikan dirinya sendiri dengan baik.
e) Menganggap dirinya kurang sempurna dan segala sesuatu yang dikerjakannya akan akan selalu mendapat hasil yang buruk, walaupun dia telah berusaha keras, serta kurang dapat menerima segala perubahan dalam dirinya.
f) Kurang memiliki nilai dan sikap yang demokratis serta orientasi yang kurang realistis.
g) Selalu merasa khawatir dan ragu-ragu dalam menghadapi tuntutan dari lingkungan.
            Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa orang yang memiliki harga diri yang tinggi maka dia akan menjaga harkat dan martabatnya, sebaliknya jika orang tersebut mempunyai harga diri yang rendah maka orang tersebut sudah tidak ada tujuan hidup karena dia sudah menganggap dirinya tidak penting atau tidak berharga dimata masyarakat.

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment

saling membangun menuju arah yang lebih baikl