Thursday, February 14, 2013

Pergaulan Bebas


1.    Pengertian Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas“ yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada (Vanietha, 2008). Pergaulan bebas sering dikonotasikan dengan sesuatu yang negatif seperti seks bebas, narkoba, kehidupan malam, dan lain-lain. Memang istilah ini diadaptasi dari budaya barat dimana orang bebas untuk melakukan hal-hal diatas tanpa takut menyalahi norma-norma yang ada dalam masyarakat. Berbeda dengan budaya timur yang menganggap semua itu adalah hal tabu sehingga sering kali kita mendengar ungkapan “jauhi pergaulan bebas” (Dhanielalu, 2010). Pergaulan bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship). (Dhanielalu, 2010).
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pergaulan bebas adalah interaksi yang menuju kearah negatif, karena melanggar norma-norma dalam masyarakat indonesia, hal tersebut disebabkan oleh perbedaan budaya barat yang masuk kedalam budaya timur dan remaja dengan tingkat kuriositas yang tinggi tanpa menyaring budaya tersebut dengan budaya Indonesia.
2.    Jenis-jenis Pergaulan Bebas
Dugem (dunia gemerlap) merupakan salah satu dari jenis pergaulan bebas yang ada. Dugem adalah istilah populer untuk menunjukkan gaya hidup orang di kota besar pada akhir pecan (rinaldimunir, 2007). Di tempat-tempat hiburan tersebut seseorang dapat terseret pada pergaulan bebas antara pria dan wanita, minum minuman beralkohol, mabuk-mabukan, hingga konsumsi narkoba.  Dugem tidak lengkap tanpa minuman alkohol. Dugem menawarkan kehidupan permisif, yaitu paham yang serba membolehkan.  Kehidupan modern yang gersang rohani membuat sebagian orang lari ke kehidupan malam. Maka, kehidupan malam di tempat-tempat dugem mengarahkan orang untuk berbuat maksiat, perbuatan yang dilarang agama (Rinaldimunir, 2007).
Narkoba (Narkotika, psikotropika dan obat berbahaya lainnya) adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik ditelan melalui mulut, dihirup melalui hidung maupun disuntikkan melalui urat darah. Zat-zat kimia itu dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan prilaku seseorang. Pemakaian terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan atau psikologis. Resiko yang pasti terjadi adalah kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung, paru-paru dan hati ( www.wikipedia.org).
Pengguna narkoba adalah seseorang yang benar-benar hanya menggunakan narkoba atau alkohol untuk sekedar bersenang-senang, berekreasi, bersantai, menghilangkan stres atau kecemasan, hanya menggunakan pada perayaan atau acara-acara khusus atau untuk liburan. Alkohol (termasuk juga bir, arak maupun tuak) Putaw (Heroin), Shabu-shabu (Methamphetamine) dan Kokain adalah zat-zat yang sangat adiktif. Marijuana, Nipam, Ekstasi, LSD, Mushroom dan zat lainnya (Barbiturat, Amphetamine atau shabu, Hallusinogen), semua adalah narkoba yang dapat dengan mudah menarik seseorang untuk terjebak dalam adiksi atau kecanduan (Wikipedia.org).
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pergaulan bebas merupakan suatu perilaku menyimpang yang dapat merusak generasi muda. Terdapat beberapa jenis pergaulan bebas diantaranya seks bebas, kehidupan malam (dugem) dan penggunaan narkoba.

Artikel Terkait

No comments:

Post a Comment

saling membangun menuju arah yang lebih baikl